Tips Merawat Mobil Diesel Berteknologi Tinggi

Mobil dengan Mesin Diesel sekarang banyak dijumpai di jalanan, jika dulu mesin diesel hanya digunakan untuk comercial vehicle sperti truck, dan light truck, namun seiring berkembangnya teknologi, mesin diesel sudah banyak di aplikasikan untuk passenger car. Mungkin dulu jika menyebut mesin diesel akan identik dengan asap hitam dan kotor, suara mesin kasar, RPM mesin rendah, dan sebagainya, namun sekarang tidak lagi, teknologi Mesin Diesel telah berkembang sehingga menciptakan mesin diesel yang kompak, halus, CC/ volume kecil dan lebih ramah lingkungan.

Teknologi yang diterapkan  pada mesin diesel seperti Common Rail Injection, High pressure Nozzle, Twin turbocharger, Intercooler, yang tentunya sudah dikendalikan oleh Electronic control unit membuat mesin diesel dapat setara kenyamanannya dengan mesin bensin, dan jangan tanyakan Efisiensi, karena sudah dari pertama mesin diesel lebih efisien pembakarannya dari pada mesin bensin.



Bagi anda pemilik kendaraan yang sudah dilengkapi dengan mesin diesel yang berteknologi tinggi, urusan perawatan tidak bisa disamakan dengan mesin diesel konvensional. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keawetan dan performa mesin, untuk itu kami berikan sedikit tips merawat mobil anda :
  • Selalu panaskan mesin sebelum digunakan. Memanaskan mesin/menghidupkan mesin dalam kondisi idle selama kurang lebih 5 menit berfungsi memberikan pelumasan yang maksimal ke seluruh bagian mesin. Utamanya bagian Turbocharger. Turbo yang berputar dengan kecepatan tinggi membutuhkan pelumasan yang sempurna pada saat pemakaian. Disamping itu memanaskan mesin juga berfungsi untuk menghindari STRESS pada komponen-komponen yang bergerak dan saling bergesekan.
  • Gunakan Oli mesin yang direkomendasikan ATPM. Mesin yang sudah dilengkapi turbocharger berbeda dengan mesin diesel konvensional, dalam hal pelumas, dibutuhkan kualitas oli pelumas yang bagus untuk menjaga kinerja turbo. Pelumas dengan kelas API CE adalah minimal kualitas yang bisa dipakai pada mesin turbo. Usahakan untuk menggunakan kualitas yang lebih bagus se kelas CF atau diatasnya. Penggantian oli dan saringan oli juga harus diperhatikan. Selalu ganti oli anda sesuai dengan anjuran yang ada pada buku service.
  • Hindari mematikan mesin secara instan. Bagi mesin diesel yang menggunakan turbocharger, sebaiknya tunggu tenggang waktu sekitar 5-10 menit sebelum mesin dimatikan. Mengapa hal tersebut harus dilakukan? Setelah bekerja dengan putaran tinggi, komponen dalam turbo mengalami pemuaian, jika anda langsung mematikan mesin setelah perjalanan, komponen tersebut tidak sempat didinginkan kembali oleh oli sehingga akan memicu stress pada komponen dan cepat rusak.Kendaraan yang sudah dilengkapi Turbo Timer akan menyesuaikan dengan sendirinya, meskipun kita mematikan kunci kontak, namun mesin masih tetap hidup sampai temperatur mesin mencapai normal. Jika kendaraan anda tidak dilengkapi turbo timer, perlakukan seperti kendaraan dengan turbo timer. Biarkan mesin dalam kondisi idle 5-10 menit atau lihat temperatur gauge sampai mencapai suhu normal.
  • Gunakan solar berkualitas. Solar berkualitas wajib digunakan atau bersulfur rendah, terutama pada mesin diesel yang sudah menggunakan teknologi common rail injection. Akibat dari penggunaan solar yang kadar sulfurnya terlalu tinggi (biasanya mencapai hingga 5000 ppm atau satu sepersejuta), ini dapat menyebabkan pemampatan pada saluran common rail tersebut. Jika ini terjadi,maka mesin diesel dapat mati seketika, atau diawali dengan gejala susah dihidupkan atau tersendat - sendat. Untuk beberapa kendaraan yang sudah dilengkapi dengan sensor solar, mesin akan mati dan tidak bisa dihidupkan jika kondisi solar dalam primary filter tidak bagus ataupun kotor.
  • Ganti filter solar secara rutin. Dengan mengganti filter solar secara rutin, maka ini dapat meminimalkan kotoran yang masuk ke dalam mesin diesel anda. Mesin diesel, baik konvensional maupun high tech, dilengkapi dengan Fuel Injection Pump yang komponennya sangat-sangat presisi dan hanya dilumasi oleh solar itu sendiri.Karena itu, kualitas solar sangat berpengaruh dengan performa mesin, dan keawetan komponen FIP. Jangan heran jika anda melihat mobil-mobil baru yang sudah mengeluarkan asap hitam, hal tersebut terjadi karena pemilik kendaraan tidak memperhatikan kualitas solar yang digunakan.
  • Bersihkan filter udara dan ganti jika  perlu atau sesuai anuran ATPM. Pada mesin diesel banyaknya udara yang masuk kedalam mesin sangat berpengaruh terhadap performa mesin, jika filter udara tersumbat oleh kotoran, aliran udara yang masuk akan terhambat. Gejala yang ditimbulkan adalah tenaga mesin tidak responsif dan asap knalpot hitam.
  • Hindari tanki solar minim atau kosong. Pada tanki solar yang terisi sedikit akan terjadi pengembunan terutama pada malam hari. Hal tersebut dapat membuat filter solar cepat rusak, adanya air dalamsistem bahan bakar juga sangat mempengaruhi terhadap kualitas solar. Jika terjadi tangki solar kosong atau kehabisan solar maka harus dilakukan air bleeding pada system bahan bakar.
  • Gunakan aditif pada solar seperti produk-produk water remover jika diperlukan


Demikian sedikit tips merawat mobil diesel, pastikan mobil anda mendapatkan perawatan yang baik supaya terjaga performa dan keawetannya.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Tips Merawat Mobil Diesel Berteknologi Tinggi"

sAtria IndOnesia said...

Thanks infonya bermanfaat sekali,...
Salam Sukses By KBG and Friend

Iwan Sudjatmiko said...

artikel menarik :)