Tips Mengemudi Hemat Pelat Kopling

Salah satu komponen yang berfungsi meneruskan tenaga dari mesin adalah kopling. Bukan hanya meneruskan namun juga mengatur ( memutus dan menghubungkan ) putaran mesin ke transmisi. Prinsip kerja kopling adalah gesekan anatara dua atau lebih komponen. 
  • Lihat gambar disamping, pada saat pedal kopling di injak, maka release lever akan terdorong melawan gaya pegas, sehingga pressure plate bebas tidak menekan pelat kopling. Pada saat itu pelat kopling diam (bebas).
  • Pada saat pedal kopling di lepas,  spring pressure akan menekan pressure plate, sehingga pelat kopling akan terjepit diantara fly wheel dan pressure plate. Pada saat itu putaran diteruskan dari fly wheel ke transmisi melalui plat kopling.


 Pelat kopling sendiri biasanya terbuat dari campuran serat karbon dan asbestos yang bergesekan langsung dengan fly wheel dan pressure plate, dengan kondisi putaran dan beban yang tinggi di harapkan tidak akan terjadi selip. Namun, banyak faktor yang mengakibatkan pelat kopling selip yang mengakibatkan pelat kopling habis, 80 % nya adalah Human Error yang disebabkan cara operasional / pengemudi yang tidak baik. Untuk itu kami berikan tips supaya Pelat Kopling awet :

  1. Pada saat memindahkan gigi, usahakan menginjak pedal secara penuh. Menginjak pedal hanya setengahnya akan mengakibatkan gesekan terus menerus pada pelat kopling.
  2. Jangan meletakkan kaki diatas pedal kopling. Meskipun sepertinya tidak ada tenaga hanya meletakkan saja) namun mekanisme pendorong release lever sudah tertekan dan dapat mengakibatkan selip pada kopling. Pada kendaraan besar (truck) mekanisme pendorong dilengkapi dengan Air boster sehingga meskipun hanya menginjak sedikit namun valve air booster sudah terbuka sihingga mendorong release lever.
  3. Gunakan gigi transmisi yang sesuai di setiap kecepatan dan kondisi jalan. Pastikan saat menghadapi tanjakan dengan menggunakan gigi rendah dan jangan pernah melakukan setengah kopling jika kendaraan tidak kuat menanjak.
  4. Lepaskan pedal kopling dengan lembut dan jangan menghentak dalam kondisi apapun.


    Demikian sedikit tips mengemudi hemat pelat koplling. Lalu bagaimana mengetahui kondisi tebal/tipisnya pelat kopling ? Tebal/tipisnya pelat kopling dapat diketahui dengan mudah dengan jalan memperhatikan banyak sedikitnya / tinggi rendahnya angkatan pedal saat kendaraan mulai berjalan. Kita lepaskan pedal kopling dengan pelan-pelan, jika baru sedikit kita lepaskan kendaraan sudah mulai berjalan, berarti pelat kopling masih tebal, dan sebaliknya jika banyak/tinggi kita melepaskan pedal kendaraan baru berjalan maka berarti pedal kopling sudah tipis.

    Jika pelat kopling belum habis, untuk mobil yang dilengkapi penggerak pedal dengan menggunakan kabel kopling (wire type), sementara dapat kita stel ulang dengan mengendurkan mur penahan. Namun jika kendaraan anda dilengkapi dengan kopling type pneumatic (fluida) sebagai penggerak pedal dan mendapatkan kopling sudah tinggi, maka segera ke bengkel mobil anda untuk menghindari habisnya pelat kopling di tengah perjalanan.

    Subscribe to receive free email updates:

    1 Response to "Tips Mengemudi Hemat Pelat Kopling"

    Sri Kuncoro said...

    Terima kasih tipsnya...
    Sangat bermanfaat...